PENDAMPINGAN EVALUASI DIRI SEKOLAH (EDS) PROV. KALIMANTAN SELATAN 2011

Sebagaimana yang diamanatkan Kementerian Pendidikan Nasional dalam Peraturan Menteri Nomor 63 Tahun 2009 Tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan (SPMP) dalam upaya peningkatan mutu pendidikan dimana Evaluasi Diri Sekolah (EDS) merupakan komponen penting. Sudah saatnya untuk mengubah pola kerja yang berorientasi kuantitas atau keterlaksanaan tugas menuju orientasi mutu / kualitas. Sampai saat ini kita masih merasakan bahwa program-program yang dilakukan berbagai instansi terkait masih sekedar berjalan atau hanya mencapai target kuantitas. Budaya mutu yang seharusnya dibangun pada setiap sekolah belum tercipta.

Melalui DIPA LPMP tahun 2011, Kemdiknas berupaya menuntaskan program implementasi Sistem Penjaminan Mutu melalui Evaluasi Diri Sekolah dan Monitoring Sekolah oleh Pemerintah Daerah. Sebagaimana diamanatkan dalam Inpres 1 tahun 2010 tentang percepatan pembanganan Nasional, Program akselerasi penerapan Sistem Penjaminan Mutu disetiap satuan pendidikan disetiap jenjang pendidikan. LPMP diamanahi mengemban tugas dalam program pendampingan EDS-M/MSPD dalam kerangka penjaminan mutu pendidikan.

Hal ini LPMP Kalsel telah melaksanakan pendampingan EDS/M-MSPD sebanyak 885 sekolah yang berada di enam kabupaten/kota di provinsi Kalimantan Selatan. Sebelum memulai rangkaian kegiatan dalam program penjaminan mutu melalui implementasi EDS/M-MSPD ini diawali dengan rapat konsolidasi internal yang dilakukan masing-masing LPMP untuk merumuskan dan merencanakan program guna mempermudah dan memperlancar pencapaian output kegiatan.

LPMP Kalimantan Selatan melakukan pendampingan EDS ditiap satuan pendidikan yang sebelumnya LPMP kalsel melaksanakan program dengan tahapan-tahapan yakni Persiapan, Pendampingan, pengolahan dan analisis data, workhsop MSPD dan seminar hasil. Pada tahapan persiapan, sebelum melaksanakan pendampingan ini LPMP Kalsel melakukan konsolidasi internal dalam beberapa kali pertemuan. Penyusunan dan pembagian kouta yang tersebar di enam kabupaten kota yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Batola, Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Tanah Bumbu. Pembagian wilayah bagi pendamping dari LPMP yang telah di ToT ditingkat Nasional, dan Pengawas Sekolah yang telah mengikuti Capacity Building di LPMP pada tanggal 24 s.d 30  Mei 2011 yang dibagi menjadi dua tahap.

Pelaksanaan Pendampingan Pengisian Instrumen EDS/M.
Pada pelaksanaan pendampingan diawali dengan pembekalan kepala sekolah yang mengikuti ToT EDS/M di LPMP dilaksanakan sebanyak lima angkatan. Setiap angkatan berjumlah 120 hingga 207 orang, masih ada sebanyak 278 kepala sekolah  yang tidak mengikuti  ToT EDS/M terlebih dahulu.
Kegiatan pendampingan dimulai dari :

  1. Pembentukan Tim Pengembang Sekolah (TPS) TPS  terdiri dari unsur Pengawas sekolah, Kepala sekolah, perwakilan guru (kalau dimungkinkan seluruh guru dilibatkan),   Komite Sekolah, dan perwakilan orangtua siswa.  TPS kemudian di SK kan oleh Kepala Sekolah yang diharapkan setiap tahun   terus melakukan evaluasi diri sekolah.
  2. Pembagian Tugas TPS perstandar. Setelah pembentukan TPS maka masing-masing Tim dibagi menjadi 8 (delapan) bagian atau kelompok. Delapan bagian atau   kelompok   terdiri dari: 1) Standar Isi; 2) Standar Proses; 3) Standar Kelulusan;  4) Standar Tenaga Pendidik dan   Kependidikan; 5) Standar Saran dan Prasarana; 6) Standar Pengelolaan; 7) Standar Pembiayaan; 8) Standar Penilaian.
  3. Pengisian Instrumen EDS didampingi oleh pengawas sekolah dan tim LPMP kalsel. Apabila Kepala Sekolah belum melakukan sosialisasi EDS/M internal sekolahnya maka pendamping dari pengawas sekolah dan   LPMP Kalsel akan membantu untuk melakukan sosialisasi disatuan pendidikan tersebut.  Setelah masing-masing bagian atau   kelompok dibagi persetiap standar maka mereka mulai bekerja mengisi intrumen dengan mengumpulkan bukti-bukti fisik yang   dimiliki oleh sekolah.
  4. Pemaparan hasil pengisian instrumen. Setelah intrumen diisi oleh semua bagian setiap standar, tahapan selanjutnya memaparkan hasil pengisian instrumen   tersebut pada seluruh TPS dan pendamping pengawas sekolah dan tim LPMP Kalsel.
  5. Koreksi hasil pengisian intrumen EDS/M oleh Pengawas Sekolah.Pengawas sekolah perlu melakukan koreksi kembali apabila masih terdapat kekeliruan dalam pengisian instrumen.
  6. Perbaikan kembali oleh TPS. TPS melakukan perbaikan kembali apabila masih ada yang harus dilengkapi dan disesuaikan dengan kondisi riil sekolah.
  7. Pemaparan/panel finalisasi pengisian instrumen atau offline. Setelah perbaikan oleh TPS, hasil tersebut dipaparkan/panel finalisasi kembali oleh TPS yang tentunya harus dihadiri oleh   seluruh anggota sekolah, TPS dan pengawas sekolah.
  8. Pengisian rekomendasi, skala prioritas dan RKAS/RKS.Selanjutnya pengisian format rekomendasi, kemudian mengisi format skala prioritas. Pada format skala prioritas sekolah   atau TPS sudah  merumuskan hasil rekomendasi menjadi bentuk kegiatan atau program kerja pencapaian SNP atau SPM yang akan   dilaksanakan sesuai prioritas tahun pelaksanaan kegitan/program yang dimaksud. Program kerja atau kegiatan pada setiap   pencapaian SNP atau SPM dituangkan ke dalam RKAS.
  9. Pengisian EDS/M online. Pengisian bisa dilakukan setelah pengisian EDS offline ataupun setelah pengisian format RKAS.
  10. Review kegiatan Pendampingan EDS kabupaten/kota. Dengan telah dilaksanakannya rangkaian teknis pelaksanaan EDS/M tersebut diatas, maka masih perlu dilakukan review oleh     pendamping EDS/M di tiap kabupaten/kota, hal ini perlu dilakukan untuk saling bertukar informasi dan mencari solusi dari    setiap kendala yang dihadapi oleh setiap pendamping.

Proses pendampingan yang dilakukan  LPMP ditiap provinsi di Indonesia ini berbeda. Proses pendampingan EDS/M yang dilakukan LPMP Kalimantan Selatan mempunyai tujuan agar sekolah yang didampingi lebih memahami Budaya Mutu dalam Pelaksanaan EDS; satuan pendidikan, dinas pendidikan, PEMDA dan LPMP serta Kemdiknas memperoleh data mutu kinerja sekolah yang Valid (berdasarkan Kondisi Sekolah Sebenarnya); Membangun budaya kinerja teamwork sekolah; Menghasilkan Program Pengembangan/Peningkatan Mutu Sekolah; dan satuan pendidikan, dinas pendidikan, PEMDA, LPMP serta Kemdiknas memiliki Peta Kinerja Sekolah khususnya yang ada di lingkup provinsi Kalimantan Selatan.

Pendampingan EDS/M yang dilakukan oleh pengawas sekolah dan tim LPMP Kalimantan Selatan di setiap satuan pendidikan memiliki nilai positif yakni :
1.Memberikan pemahaman tentang 8 SNP.
2.Menggambarkan kondisi riil sekolah, (Data yang dihasilkan valid).
3.Memiliki Peta Kinerja Sekolah.
4.Memotivasi Sekolah Untuk Memperbaiki & Meningkatkan Mutu Sekolah.
5.Mengukur Ketercapaian 8 SNP.
6.Menjadikan Budaya Mutu Berkelanjutan melalui Penilaian Internal Sekolah.

Pola pendampingan yang dilakukan tersebut tentunya juga memiliki kendala-kendala yang dihadapi oleh pendamping pengawas sekolah maupun tim pendamping dari LPMP Kalsel. Kendala tersebut yakni masih adanya perbedaan pemahaman TPS terhadap pelaksanaan EDS/M, perbedaan ini sering muncul sebagian mereka masih apriori terhadap pelaksanaan EDS, adanya perbedaan persepsi terhadap pengisian intrumen, adanya perbedaan pemahaman  pengawas pendamping terhadap pengisian instrumen, pelaksanaan EDS kurang efektif  karena terkendala waktu ujian sekolah, libur  semester dan puasa, sebagian lokasi sekolah sulit dijangkau, cukup banyak Sekolah tidak memiliki fasilitas (Listrik, Laptop, Printer), adanya anggota TPS yang belum memiliki dan terampil menggunakan komputer/laptop.

Dari berbagai kendala tersebut, pendamping pengawas sekolah maupun pendamping dari LPMP kalsel berupaya untuk memecahkan permasalahan yang ada, diantaranya seperti terus memberikan pemahaman secara intensif tentang EDS kepada pengawas dan TPS, melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kab./Kota untuk mengkondisikan agar kegiatan EDS dilaksanakan sesuai dengan jadwal, memaksimalkan waktu di sekolah untuk sekolah  yang susah dijangkau, menggabung Tim Pendamping LPMP menjadi 2  orang untuk lokasi yang susah di jangkau dan daerah yang keamanannya tidak dijamin, sekolah  mengupayakan Gentset, dan TPS memberdayakan operator yang bisa diminta dari luar sekolah. Akhir kata semoga apa yang dilakukan dengan seoptimal mungkin akan berdampak perbaikan mutu pendidikan dimasa sekarang dan akan datang.ella agustina espede empede

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: